Masa Depan Anak Prioritas Utama

Konsultasi Perencanaan Hari Depan Anak

Pernikahan dengan suamiku sudah menginjak tahun ke tiga, tapi kami masih belum berencana untuk memiliki sebuah momongan. Kebetulan kami kerja di tempat yang sama, jadi ceritanya bisa sampai nikah ya gara-gara cinlok kali ya. Jujur saja, kami sibuk sama urusan pekerjaan. Jadi kami putuskan untuk menunda punya momongan dulu. Selain itu, kalua dipikir-pikir, punya anak juga ribet. Harus ngurus ini itu segala macem, belum lagi mikir sekolah buat kedepannya. Baru dipikirin gini aja udah bikin pusing sendiri. Namun aku nggak bisa bohong ke diriku sendiri, sebenernya aku juga pengen punya anak sendiri. Liat temen-temenku yang baru aja merit, eh udah pada punya momongan aja. Terus tak perhatiin sepertinya seru juga kalo punya anak, rumah jadi ndak sepi lagi.

Suatu sore aku bilang sama suamiku, aku memutuskan buat resign dari kantor dan pengen jadi ibu rumah tangga yang ngurusin anak-anak. Suami sih masih nyoba memastikan, apakah aku serius dengan keputusan tersebut. Terus terang saja aku bilang kalo aku yakin. Oke, keputusan telah kami buat. Aku juga berharap semoga ini langkah yang tepat yang bisa kuambil.

Selang waktu beberapa minggu, alhamdullilah aku sudah punya calon jabang bayi di perut. Aku bisa membayangkan gimana ramenya rumahku nanti, terus barang-barang mulai bertebaran kesana kemari, sepertinya hari-hariku bakal jadi jauh lebih berwarna. Semakin aku tenggelam dalam lamunanku, sampailah pada suatu titik dimana aku kembali mengingat semua keresahanku dulu. Kalo untuk pakaian, perlengkapan bayi, susu, makan, okelah aman-aman saja. Tapi untuk sekolahnya gimana? Pasti kan butuh biaya yang cukup besar, mengingat penghasilan yang bisa didapat keluarga kami cuma dari suamiku saja.

Kembali lagi aku rundingan sama suami. Dia ngasih saran buat nyoba mendaftar asuransi pendidikan. Lalu dia juga ngasih saran buat konsultasi dulu sama orang yang terpercaya. Nah ini masalahnya, aku kan ndak ngerti kalo soal urusan beginian. Pas ada kesempatan, aku nyoba tanya dulu ke temen-temenku sekolah dulu. Terus dapetlah kontak Customer Service dari Apruon. Katanya sih di Apruon itu tempat konsultasi masalah asuransi yang terpercaya, tapi masa iya?

Baik, aku coba dulu menghubungi nomor tersebut. Awalnya oke lah ya, CS nya ramah, santun, terus orangnya juga sabar nanggapin pertanyaan yang kuajukan. Semakin lama, aku makin banyak cerita dan tanya-tanya tentang semua keluh kesahku. Mungkin hamper mirip kayak konsultasi ke psikiater gitu ya, cuma bedanya ini khusus asuransi. Aku jadi makin paham tentang gimana rencana kedepannya. Sedikit banyak permasalahanku mulai menemukan jalan keluar. Aku jadi tau besaran premi yang harus ku bayar tiap bulan, biaya pendidikan yang bisa didapat sama anakku kelak, juga fasilitas-fasilitas tambahan yang ada di sebuah asuransi. Setelah itu, aku juga diberi alternative asuransi yang bisa kupilih. Ternyata asuransi pendidikan itu ada banyak juga yang menyediakan. Masing-masing punya keunggualannya tersendiri.

Hasil diskusi kami kusampaikan ke suamiku, dan responnya sangatlah baik. Kini rancangan hari depan sudah tak begitu ku khawatirkan lagi. Semua ini karena bantuan Apruon yang mau menjawab setiap pertanyaan dan mampu menjelaskan kebutuhan asuransiku secara tepat dan tak bertele-tele. Lain kali kalo aku mau daftar asuransi yang lain, mending konsultasi ke Apruon aja deh. Bener-bener memuaskan. Jangan sampai menyesal salah pilih tempat konsultasi ya.

 

 

baca juga : http://idebisniszone.com/terobosan-baru-penjualan-barang-via-online/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *