Cara Menjalankan Bisnis Sambal Pecel secara Online

Sambal Pecel Cap Kelinci adalah produk yang di jual oleh keluarga saya dari tahun ke tahun. Dulu di tahun 1998 an, produk keluarga kami ini sempat sangat laris manis dicari banyak orang dan tersedia di hampir semua pasar tradisional di kota Kudus ini. Sudah 2 generasi produk ini di pasarkan, dan saya adalah generasi kedua yang melanjutkan bisnis keluarga ini. Sayang nya di tahun 2016 kemarin, terjadi masalah keluarga sehingga dengan terpaksa kami tidak bisa menjual produk ini ke pasaran. Hingga di tahun 2017, ketika saya mencoba memasukan produk tersebut ke pasar tradisional lagi, ternyata sudah ada produk pesaing yang masuk menggantikan produk Sambal Pecel keluarga kami. Akhirnya, produk kami sulit masuk lagi dan kehilangan pangsa pasar.

Pemasaran Offline tidak lagi efektif

Saya telah mencoba untuk menawarkan nya ke pasar tradisional di kota lain, namun karena saya perempuan, saya tidak bisa jauh- jauh pergi untuk memasarkan nya. Jangkauan terjauh yang bisa saya lakukan adalah di kota Pati dan Demak (kota sekitar Kudus) saja. Tidak bisa menjangkau pasar tradisional lain. Waktu, tenaga dan biaya pun mempengaruhi jalan nya pemasaran saya ini.

Dalam kondisi yang memprihatinkan ini, ibu saya sembari berkata kepada saya; “Yaudah nduk Hesty, kalau bumbu pecel (sambal pecel) nya tidak laku ya gpp, kamu kan sudah banyak membantu ibu memasarkan nya”. Saya sambil sedih pun diam tidak menjawab pertanyaan ibu ini. Tapi dalam hati, saya tidak ingin bisnis Sambal pecel yang sudah di mulai oleh Ibu saya, yang selama ini digunakan untuk biaya hidup sehari- hari sampai bisa menyekolahkan saya ke perguruan tinggi, menjadi berakhir. Dalam hati, saya akan mencari jalan pemasaran yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini.

Mulai Mencoba Memasarkan secara Online

Dalam kebingungan berbulan- bulan, saya membaca artikel di google kesana kesini untuk mencari jalan pemasaran yang bagus, akhirnya saya mendapatkan ide untuk memasarkan nya melalui online. Pertama- tama saya mencoba menggunakan Tokopedia, Bukalapak, dll untuk mempromosikan produk ini. Namun meskipun ada penjualan, tetapi tidak bisa banyak. Dalam satu bulan, hanya pembeli- pembeli kecil yang ingin mencicipi rasa sambal pecel saya saja yang membeli nya. Tidak ada agen atau toko pengecer yang membeli dalam jumlah besar. Hal ini karena bisnis saya masih tidak jelas. Ada beberapa sih pemilik toko besar di luar pulau jawa yang ingin membeli dalam jumlah besar, namun hal itu kandas karena mereka meminta informasi toko saya dan saya tidak bisa menjelaskan nya dengan baik. Saya ditanya ada websites yang mereprentasikan usaha ini?, dan ketika saya menjawab “tidak punya”, kebanyakan dari mereka kemudian berhenti menanyakan produk saya. Saya paham sih, karena bagi agen toko besar, mereka harus memilih produsen yang jelas dan bisa memberikan produk secara kontinue (berkesinambungan). Oleh karena itu, mereka harus mengecek profil produsen (profil saya) sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian.

Akhirnya, ide lain terlintas di benak saya untuk memiliki websites sendiri, agar bisnis saya bisa terpublikasikan dengan jelas. Saya cari- cari lagi di Google tentang jasa pembuatan websites, namun karena terlalu banyak jasa pembuatan web, saya malah akhirnya bingung sendiri. Karena saya baru dalam hal ini, saya pun bingung bagaimana cara memilih jasa pembuatan web yang terbaik.

Memesan Websites jauh lebih baik daripada mengupload ke Marketplace

Beberapa hari setelah itu, saya biasa ngobrol dengan teman- teman ibu rumah tangga di sekitaran saya. Kemudian terjadi percakapan dimana ibu Endang, tetangga desa saya, sukses menjalankan bisnis sablon nya karena memesan jasa websites di Digime Bays. Pada waktu itu, saya sangat awam sekali dengan websites dan hal- hal yang berbau online semacam itu. Namun, karena melihat sendiri suami Bu Endang yang dengan banyak nya mendapatkan order dari luar kota karena memiliki websites yang dibuat oleh pihak Digime Bays, maka saya tidak ambil pusing lagi. Saya langsung mengambil uang tabungan saya sebesar 1,5 juta dan saya gunakan untuk memesan jasa websites tersebut. Bahkan di waktu pemesanan pertama, saya meminta Bu Endang untuk memesankan nya karena saya tidak tahu cara memesan secara online.

Sambil pasrah dan berserah diri, saya tunggu selama satu minggu pembuatan websites nya. Dan di hari ke-5, saya mendapati kabar kalau websites saya sudah jadi. Saya tinggal mengupload foto- foto produk saya disana. Di bulan pertama, harapan saya untuk memasarkan produk sambal pecel ini masih belum muncul hasil sama sekali. Saya tanya kepada Bu Endang, apakah dulu suami bu Endang langsung mendapatkan order yang banyak setelah websites selesai dibuat?. Dijawab nya, mereka pun membutuhkan waktu 3 bulan untuk melihat hasil nya. Dari keterangan itu, hal yang bisa saya lakukan adalah menunggu selama 3 bulan dengan harapan sambal pecel yang menjadi produk keluarga saya ini bisa kembali terjual secara laris manis seperti tahun 1998.

Penjualan mulai terlihat

Pada pertengahan bulan kedua, tiba- tiba saya mendapati telepon jikalau ada orang yang ingin memesan produk sambal pecel saya. Ini adalah pembeli saya yang pertama, yang saya dapatkan dari websites Digime Bays ini. Orang itu memesan 2 lusin sebagai percobaan. Jika produk nya laris, maka dia ingin membeli dalam jumlah lebih banyak lagi. Semenjak hari itu, muncul orang- orang baru yang memesan dalam jumlah banyak. Hingga akhirnya, di bulan ke-4, penjualan meningkat drastis. Sampai- sampai saya kwalahan dalam memproduksi sambal pecel cap Kelinci ini.

Bisnis kembali lancar berkat Digime Bays

Akhirnya, saya berhasil membangkitkan bisnis keluarga saya ini menjadi lebih besar lagi. Para tetangga yang mendengar cerita saya pun berniat untuk melakukan hal yang sama. Tetapi, ada satu tetangga yang memesan jasa websites, namun tidak di Digime Bays, yang malahan sama sekali tidak mendapatkan hasil apapun. Penjualan nya sepi, bahkan tidak ada sama sekali. Sedangkan tiga tetangga saya yang menjual kardus kotak nasi, pakaian dan kecap, yang menggunakan jasa pembuatan web Digime Bays, semuanya laku keras. Usut punya usut, ternyata jasa Digime Bays ini juga dilengkapi dengan fitur SEO yang bisa membuat websites kita dikunjungi banyak orang. Karena nya menjadi jelas alasan utama nya mengapa tetangga saya yang membuat websites menggunakan jasa Digime Bays berhasil daripada yang menggunakan jasa lain selain Digime Bays.

Saya sangat belajar banyak mengenai kejadian ini. Ternyata bisnis online adalah suatu peluang yang besar, dan benar- benar bisa meningkatkan penjualan produk kita apabila kita menemukan pihak atau orang yang tepat untuk membantu kita membuat websites sekaligus websites itu bisa dijadikan sebagai ajang promosi produk yang kita jual. Kini omset sambal pecel saya mencapai puluhan juta rupiah tiap bulan nya, dan saya berterimakasih sekali kepada Digime Bays yang telah membantu saya keluar dari masalah pemasaran online ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *